PPTI Nusantara, Dukung Langkah Pemerintah Tertibkan Truk Over Dimensi, Kurangi Angka Kecelakaan Lalu Lintas

tvberitaindonesia.com Jakarta - Ketua Yayasan Koin Peduli Driver Truk (KPDT) Gunawan, menyatakan keprihatinanya atas tingginya angka kecelakaan lalulintas jalan raya terutama yang melibatkan kendaraan truk angkutan barang, yang salah satunya diakibatkan oleh kendaraan truk Over Dimensi dan Over Load (ODOL).


Untuk itu, Gunawan yang juga aktif dalam organisasi Persaudaraan Pekerja Truk Indonesia (PPTI Nusantara) itu, mendukung langkah pemerintah menertibkan truk Over Dimensi dan Over Load, untuk mengurangi angka kecelakaan dan meningkatkan keselamatan di jalan raya.

Pernyataan KPDT itu terungkap saat pertemuan rutin pengurus Yayasan KPDT, di antaranya dalam rangka membahas santunan yang akan diberikan kepada keluarga supir truk penerima bantuan, Minggu (31/01/2021). 

Baca juga : Razia PPKM, Puluhan Kendaraan Diputar Arah Oleh Petugas

"Tentunya itu juga menjadi tugas kami untuk menyosialisasikan tentang bahaya ODOL, dan pentingnya perilaku tertib berlalulintas bagi pengemudi truk dan juga masyarakat. Kerja sama seperti itu akan terus kita lakukan dengan pemerintah daerah untuk meredam terjadinya kecelakaan yang melibatkan angkutan truk," ujarnya.

Gunawan mengatakan, usaha di bidang angkutan barang membutuhkan keamanan yang kondusif. Karena itu kemitraan dengan Polri dan pemerintah sangat penting dilakukan untuk menjaga iklim usaha agar berjalan baik.

"Kita akan bersinergi dengan Polri dan stakeholder lainya, untuk mengurangi angka kecelakaan akibat ODOL, hal itu tentunya untuk kelancaran angkutan logistik sebagai salah satu sendi  penunjang perekonomian nasional, gunawan menjelaskan," jelasnya.

Terkait dengan posisi sopir yang mengoperasionalkan truk ODOL, pihaknya meminta agar pemerintah memperhatikan kesulitan yang dialami para sopir di lapangan yang secara langsung memperoleh dampak kebijakan tersebut. 

Baca juga : Viral!! PNS Wanita, Hijabnya Bikin Kagum Ala Barbie

"Dengan adanya pembatasan truk ODOL, kami berharap, agar pemerintah memperhatikan nasib para sopir dalam penerapan aturan tersebut, aspirasi tersebut  disampaikan kepada pemerintah tentunya harus dengan cara elegan melalui perwakilan, karena yayasan KPDT maupun komunitas sopir truk lainya sudah sepakat menolak  sebagai bentuk aksi massa dalam penyampaian aspirasi demi menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan, serta menghindari perilaku permusuhan yang dapat memecah belah bangsa," ujarnya

Mengenai aturan yang dikeluarkan pemerintah dalam penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan penerapan protokol kesehatan, sebagai upaya penanganan dan penanggulangan serta memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19, Gunawan bersama KPDT menyatakan mendukung kebijakan tersebut. 

Menurut dia, keselamatan dan kesehatan lebih utama. Karena alasan itu pula pemerintah sudah menarik rem darurat sejak bulan maret 2020. Dan sekarang justru berdampak kondisi perekonomian yang mulai pulih dan lebih cepat.

"Dalam kondisi ekonomi yang mulai membaik sekarang, memang terkesan pahit dengan kebijakan PPKM. Tapi kalau nggak dilakukan kita gak bisa recovery lebih cepat lagi. Kami yakin, kita harus mengikuti dan mendukung agar bisa kembali bekerja dalam pemulihan ekonomi," katanya.

Baca juga : Tekan Penularan Covid-19, Haruskah Lockdown?

Menurut Gunawan, kebijakan PPKM ini tidak bisa memuaskan semua pihak. Namun, konsekuensi yang harus ditanggung bisa semakin parah jika semua pihak tidak berhati-hati. 

"Kebijakan ini diperlukan untuk mempercepat pemulihan ekonomi. Apalagi, sudah banyak korban covid dan pemberlakuan PPKM selama 2 minggu diharapkan bisa mengurangi laju penularan covid," katanya.

Pada kesempatan itu, pihaknya juga menyatakan, bahwa seluruh anggota KPDT siap untuk divaksin Covid-19.(*)

Previous
« Prev Post
Show comments
Hide comments