HEADLINE NEWS

Iklan Produk

Kepala Terminal Bus Kalideres, Pantau Langsung Penyekatan PPKM Darurat

tvberitaindonesia.com Jakarta - Kepala Terminal Bus Kalideres Revi Zulkarnaen memantau dan memimpin langsung penyekatan PPKM Darurat, pada Selasa (6/7/2021).

Sebagai upaya untuk memastikan kelancaran kegiatan penyekatan PPKM Darurat di wilayah Jakarta Barat.

Adapun lokasi penyekatan titik pertama berada didepan terminal bus Kalideres Jalan Raya Daan Mogot dari arah Tangerang menuju Jakarta.

Sedangkan penyekatan titik kedua berada didepan pos Satlantas Daan Mogot, Jakarta Barat.

Sebanyak 15 personil dari Dishub dan 5 personil Satlantas serta 2 personil dari Koramil di kerahkan di lokasi tersebut.

Revi mengatakan, penyekatan pada saat PPKM Darurat hari ke empat ini untuk membatasi mobilitas masyarakat yang bertujuan mencegah penyebaran virus Covid- 19 di wilayah Jakarta Barat.

“Kegiatan ini dilaksanakan secara tegas dan tetap humanis sesuai atensi pimpinan untuk mengurangi mobilitas kegiatan masyarakat,” ujarnya.


Menurut Revi, penyekatan dititik pertama PPKM Darurat di depan terminal bus Kalideres buka/tutup, hal ini untuk mengurangi beban volume kendaraan yang berada di titik penyekatan ke dua.

"Masyarakat yang diperbolehkan melewati penyekatan hanya pekerja sektor esensial dan kritikal. Selain syarat tersebut pengendara akan diputar balikan sesuai aturan yang berlaku," terang Revi.

Secara terpisah, Ketua PWI Koordinatoriat Jakarta Barat Kornelius Naibaho menegaskan virus Covid-19 itu musuh bersama yang harus diperangi sehingga butuh keterlibatan masyarakat, khususnya perangkat RT dan RW. 

Jika masyarakat tetap meloloskan pengendara yang melintasi jalur tikus, itu sama saja dengan memberikan ruang bagi virus Covid-19 untuk masuk ke Jakarta pula. 

Maka itu, dia meminta agar hal tersebut benar-benar diperhatikan oleh masyarakat. Aparat juga harus waspada di jalan tikus seperti di Jalan Dadap, Kamal, Utan Jati dan Perumahan Citra maupun Jalan Duri Kosambi.

"Jangan biarkan orang-orang tetap nekat melakukan mobilitas tanpa ada keperluan, itu sama saja kita memberi ruang orang menjadi korban sampai dia masuk rumah sakit atau bisa fatal sampai meninggal dunia," jelas Kornel. *Red

Previous
« Prev Post
Show comments
Hide comments