Menkes Sebut Ada Program Booster Corona Berbayar, Harga 100 Ribuan

tvberitaindonesia.com Jakarta - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan suntikan ketiga (Booster) vaksin corona secara klinis memang terbukti memberikan perlindungan lebih.

Namun saat ini masih banyak yang belum mendapatkan vaksinasi dosis pertama, sehingga Booster belum bisa diberikan ke semua pihak. Baca juga : Yogyakarta Kini Punya Kereta Bandara

"Memang isunya kenapa WHO tidak menganjurkan, bukan karena alasan Clinical, tapi karena Ethical. Sampai saat ini baru 58 juta rakyat Indonesia yang beruntung bisa dapat akses suntik pertama. Dan 30 juta untuk dosis ke dua," kata Budi dalam rapat Komisi IX DPR, Rabu (25/8/2021).


Oleh karena itu, saat ini Booster hanya diberikan kepada kelompok prioritas, yakni Tenaga Kesehatan yang berapa di garda paling depan. Namun, rencana pemberian Booster kepada masyarakat juga sudah direncanakan.

"Rencana kapan Pemrintah akan melakukan suntikan ketiga? Kalau kita semakin cepat, diharapkan Januari bisa selesai semua (vaksinasi 1 dan 2). Diawal tahun depan 2022 kita sudah mulai vaksin ketiga," jelasnya.

Menkes menambahkan, terkati program tersebut, kemungkinan besar akan berbayar, atau melalui skema BPJS.

Sementara Penerima Bantuan Iuran (PBI) adalah peserta jaminan kesehatan bagi fakir miskin, dan orang yang tidak mampu, sebagaimana diamanatkan UU SJSN yang iurannya ditanggung oleh Pemerintah. *La



Previous
« Prev Post
Show comments
Hide comments